“Batang Bumi Lestari Lantik Ketua Baru, Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah dan Kolaborasi Generasi Muda”

kontributor : Adhimas Agung Permadi (Batang Bumi Lestari)

Batang, 30 Agustus 2026 — Batang Bumi Lestari (BBL) memasuki babak baru melalui pergantian kepemimpinan organisasi. Rio Sakti Pamungkas resmi dilantik sebagai Ketua Batang Bumi Lestari periode 2026–2031, menggantikan Agus Winoto yang telah memimpin BBL pada periode 2020–2026.

Pelantikan berlangsung pada Minggu (30/8/2026) di Basecamp Batang Bumi Lestari, Kalisalak, Batang. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 20 orang yang terdiri dari anggota BBL serta perwakilan Persatuan Masyarakat Batang (PMB) dan Youth PMB. Selain pelantikan, kegiatan juga diisi dengan sarasehan dan diskusi mengenai arah organisasi serta program BBL ke depan. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum regenerasi sekaligus langkah baru untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Batang.


Berawal dari Kepedulian terhadap Lingkungan

Founder Batang Bumi Lestari, Sri Wuryani, menjelaskan bahwa BBL terbentuk dari kepedulian terhadap lingkungan dan keinginan untuk melakukan aksi nyata bersama masyarakat.

“Batang Bumi Lestari terbentuk karena kepedulian terhadap lingkungan. Dari kepedulian itu kemudian muncul keinginan untuk bergerak bersama dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Sri Wuryani.»

Sejak berdiri, BBL telah menjalankan berbagai kegiatan dan edukasi lingkungan di Kabupaten Batang. Beberapa di antaranya adalah pembuatan eco-enzyme dan ecobrick, kegiatan bersih pantai, webinar tentang kepedulian terhadap sampah di Batang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Festival Sungai di Kaliboyo, serta sosialisasi dan edukasi lingkungan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Batang.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BBL untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.

Dari Pengelolaan Sampah hingga Inovasi Pirolisis

Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian utama BBL. Tidak hanya melalui edukasi, BBL juga mulai mengembangkan aksi nyata dan inovasi dalam pengelolaan sampah plastik.

Melalui pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Rio Sakti Pamungkas, BBL telah melakukan pengolahan sampah plastik menggunakan alat pirolisis. Teknologi tersebut memanfaatkan proses pemanasan dalam kondisi minim oksigen untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bahan bakar cair.

Dalam proses pengolahan yang telah dilakukan, sekitar 100 kilogram sampah plastik dapat menghasilkan sekitar 50–70 liter bahan bakar cair, bergantung pada jenis dan komposisi sampah plastik yang digunakan.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar bagi BBL untuk terus mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah, sekaligus mencari pendekatan yang dapat mengurangi sampah plastik yang berakhir di lingkungan.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan mengumpulkan dan membuang. Kita perlu mendorong pemilahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, dan juga inovasi teknologi. Apa yang sudah kami lakukan melalui pirolisis ini masih akan terus kami kembangkan dan pelajari agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Rio.


Membangun Sekolah Sampah di Kalisalak

Sebagai program jangka pendek, BBL akan mengembangkan Sekolah Sampah di Basecamp Batang Bumi Lestari, Kalisalak.

Sekolah Sampah tersebut akan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk belajar mengenai pengelolaan sampah yang baik, mulai dari pemilahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, hingga pengolahan sampah.

BBL juga memiliki rencana untuk mengembangkan sekolah percontohan pengelolaan sampah di Batang yang diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Membuka Ruang bagi Pemuda-Pemudi Batang

Kepengurusan baru BBL juga akan membuka rekrutmen relawan bagi pemuda dan pemudi Kabupaten Batang.

Program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan lingkungan, termasuk edukasi, kampanye lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi, serta kegiatan sosial.

“Kami ingin BBL menjadi ruang bagi anak muda Batang untuk berkumpul dan melakukan sesuatu yang nyata. Tidak harus menunggu menjadi ahli. Yang penting punya kepedulian dan kemauan untuk belajar serta bergerak bersama,” tambah Rio.

Legal dan Terbuka untuk Kolaborasi

Batang Bumi Lestari saat ini telah memiliki legalitas resmi sebagai organisasi yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Legalitas tersebut menjadi salah satu fondasi bagi BBL untuk terus mengembangkan organisasi dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Ke depan, BBL membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan, pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, organisasi kepemudaan, maupun masyarakat umum.

Khusus bagi dunia usaha, kolaborasi dapat dikembangkan melalui berbagai program, seperti CSR dan ESG, edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, kegiatan konservasi, hingga pengembangan teknologi dan program lingkungan berkelanjutan.

BBL meyakini bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Melalui kepengurusan baru periode 2026–2031, Batang Bumi Lestari berkomitmen untuk melanjutkan semangat kepedulian yang telah dibangun sejak awal, memperkuat aksi nyata di bidang lingkungan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda dan berbagai pihak untuk berkolaborasi.

Batang Bumi Lestari

“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.”

Mari berkolaborasi untuk lingkungan Batang yang lebih lestari. 🌱

Informasi & Kolaborasi:

Instagram: @batangbumilestari_

Email : admin@batangbumilestari.or.id

Website: www.batangbumilestari.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *